Tampilkan postingan dengan label cara makan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cara makan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 02 Oktober 2009

Buah yang cocok untuk Usia Bayi

BUAH UNTUK SI 4 BULAN
Buah yang Disarankan:
  • Air jeruk sangat baik diberikan karena banyak mengandung vitamin C yang berfungsi memperbaiki lapisan-lapisan dalam pembuluh darah, termasuk lapisan mulut. Juga untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan tubuh, penyembuhan luka, pertumbuhan tulang dan gigi bayi.
  • Pisang, sangat baik karena banyak mengandung kalori untuk pertumbuhan, vitamin C, kalium, kalsium. Pisang memiliki kadar tepung tinggi, dibanding buah semangka yang lebih banyak air dibanding tepungnya. Pisang juga mengandung mineral yang tinggi.
  • Sari buah tomat dan pepaya. Saat memberikan sari buah tomat pada bayi, kulit ari dan biji tomat harus dipisahkan terlebih dahulu karena keduanya tidak dapat dicerna oleh pencernaan bayi. Tomat dan pepaya sangat baik untuk bayi karena mengandung banyak vitamin A. Vitamin ini berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh, juga untuk kesehatan matanya.
Buah yang Harus Dihindari :

  • Yang banyak mengandung serat, seperti sirsak. Sirsak dan buah lain yang seratnya panjang-panjang susah dicerna oleh bayi.
  • Buah yang rasanya terlalu asam, karena dapat menyebabkan bayi sakit perut
  • Buah-buahan yang mengandung alkohol, seperti durian dan nangka cempedak.
BUAH UNTUK SI 6-7 BULAN
Umumnya bayi telah mulai tumbuh gigi, jadi ia sudah bisa diberi buah yang banyak mengandung serat, seperti mangga atau semangka.

Penyajian buah untuk usia ini pun dapat lebih kental dari sebelumnya, dengan cara dijus, dikerok, atau dilumatkan

Bayi juga sudah boleh diberi buah yang dipotong kecil-kecil untuk melatih gigi-giginya.
Karena umumnya di usia ini bayi mulai belajar mengunyah.

NOTE : Buah yang sebaiknya dihindari di usia 6-7 bulan, sama dengan untuk byi umur 4 bulan.

BUAH UNTUK SI 8-12 BULAN
  • Menginjak usia 8 bulan, biasanya gigi-gigiya sudah semakin kuat, sehingga sudahmemungkinkan untuk diberikan buah yang dipotong-potong, seperti semangka, mangga,pisang, pepaya yang dipotong kecil-kecil
  • Pada usia 11-12 bulan, karena biasanya gigi-giginya sudah kuat dan lengkap, dianjurkanmemberi buah yang dapat dimakan utuh, seperti pisang.
FREKUENSI PEMBERIAN BUAH
  • Frekuensi pemberian buah sebaiknya disesuaikan dengan pemberian ASI dan makanannya.
  • Mula-mula diberikan sekali dalam sehari terlebih dahulu. Misalnya, ibu ingin menggantikan waktu pemberian ASI yang biasanya diberikan pada jam 10 pagi dengan buah. Nah, buatkan jus pepaya atau perasan air jeruk.
  • Setelah itu, lihat reaksinya. Kalau anak masih lapar, boleh saja ditambahkan ASI.
TAK DISARANKAN BUAH KALENGAN
Buah dalam kaleng, tak dianjurkan. Sedapat mungkin beri makanan/buah yang segar dan
alami. Buah-buahan dalam kaleng biasanya telah diawetkan dan umumnya ditambahi beberapa zat tertentu. Walaupun disebutkan zat itu memenuhi persyaratan, tetapi kalau bisa mendapatkan makanan yang segar, lebih baik kita berikan buah segar. Harganya pun lebih murah dibanding buah kaleng.

@Sumber: tabloid Nakita

Standar cara memberikan makanan tambahan sesuai umur bayi

Standar umur bayi Cara memberikan makanan Cara makan bayi Makanan yang bisa diterima bayi Bumbu jumlah waktu makan dan Tingkat kelembutan.

Masa Awal 5-7 bulan Leher tegak, bisa berguling. Tempelkan sendok di bibir bawahnya. Ketuk-ketuk pelan bibirnya dengan sendok sebagai tanda. Tunggu bayi menghirup sendiri makanan dari sendok. Dengan lidahnya ia mendorong makanan cair ke kerongkongan, lalu ditelan ‘glek’.

Bubur halus, sayur, ikan putih, dan tahu yang lumat dan tidak terlalu kental.
Mulai telur dari kuningnya saja 1 sendok. Jangan berikan daging. Tidak boleh memakai bumbu atau garam. 1 kali, jika sudah terbiasa 2 kali. Halus sekali. Dimulai dari seperti sup kental, menjadi seperti kelembutan yoghurt. Masa

Pertengahan 7-9 bulan Duduk.
Tempelkan sendok di bibir bawahnya. dan tunggu bayi menghirup makanan dari sendok. Butiran makanan lembut ditekannya ke geraham atas dengan lidah, lalu dimakan setelah lumat. Pada paruh akhir masa ini, bayi sudah bisa makan 1/2 butir telur, juga dada ayam dan hati. Sedikit saja gula garam. 2 kali. Selembut tahu. Dengan mudah hancur ketika dijumput jari. Masa Akhir 9-11 bulan Merangkak, berdiri dengan pegangan. Bayi sudah bisa menggigit dengan gigi depannya. Bisa makan dengan tangannya. Makanan yang tidak hancur dengan lidah, dibawa ke gusi kiri kanan kemudian dikunyah. Boleh memberikan daging sapi. Sedikit saja gula garam. 3 kali. Selembut pisang. Hancur dengan sedikit ditekan ketika dijumput.

Tujuan memberikan makanan tambahan:
  1. Melatih bayi agar ia bisa menerima makanan lain selain susu
  2. Buatlah jam makan menjadi ritual yang menyenangkan bagi bayi dan ibu
  3. Hindarkan menjejal-jejalkan makanan ke mulut bayi, memarahinya, dan hindari waktu-waktu ia sedang rewel.
Peraturan dalam memberi makanan tambahan bayi adalah:
  1. Ibu menentukan waktu makan dan jenis makanan apa saja yang akan dimakan bayi.
  2. Bayi menentukan sendiri jumlah atau banyaknya makanan yang dimakannya. Bayi secara alami memiliki kemampuan menentukan jumlah kalori yang dibutuhkannya. Jika kalori yang didapatkannya sudah cukup, tentu saja ia akan berhenti makan.Selama bayi tampak sehat dan berat badannya bertambah, tidak perlu terlalu khawatir.

Sumber: Milis WRM dari Akachan no Kamu Chikara o Sodateru “Hajimete
no Rinyuushoku”(2004), Hatsue Kato, Penerbit Shogakkan