Sabtu, 29 Oktober 2011

Bayi Prematur Lima Kali Berpeluang Derita Autisme

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Bayi yang lahir lebih cepat dari waktu yang ditentukan dan bertubuh kecil memiliki peluang untuk menderita autisme lima kali lebih besar daripada bayi normal, demikian sebuah penelitian Amerika Serikat selama dua dasawarsa ini.

Bayi-bayi prematur telah lama dikenal memiliki sejumlah risiko masalah kesehatan dan penundaan kognitif, tetapi penelitian dalam jurnal Pediatrics itu adalah yang pertama kali mengaitkan hubungan antara berat badan di bayi di saat dilahirkan dengan autisme.

Peneliti AS mengamati 862 anak sejak lahir sampai usia dewasa muda. Mereka yang ada dalam penelitian itu lahir antara 1984 dan 1987 di tiga kawasan di New Jersey. Bayi-bayi itu memiliki berat antara 500 dan 2.000 gram (1,1-4,4 pon) pada saat lahir. Seiring waktu, lima persen dari bayi yang lahir dengan berat badan rendah didiagnosis menderita autisme, dibandingkan dengan prevalensi satu persen pada populasi umum.

"Pada saat kemampuan bertahan bayi-bayi dengan berat badan rendah membaik, gangguan terhadap mereka yang selamat memberikan tantangan baru di bidang kesehatan masyarakat," kata penulis utama Jennifer Pinto-Martin, direktur Pusat Autisme, Cacat Tubuh dan Epidemiologi di Sekolah Ilmu Keperawatan University of Pennsylvania.

"Masalah kognitif pada anak-anak autisme boleh jadi menutupi penyakit autisme," katanya. Ia mendesak orang tua untuk membawa anak mereka ke rumah sakit guna mendapatkan tes autisme apabila dicurigai mengalami gangguan spektrum autisme. "Intervensi dini meningkatkan hasil jangka panjang dan dapat membantu anak-anak baik di sekolah maupun di rumah."

Autisme adalah istilah untuk berbagai kondisi mulai dari miskinnya interaksi sosial hingga ke perilaku repetitif dan sikap diam yang berlebihan. Kondisi itu langka, terutama menjangkiti anak-anak laki-laki, dan penyebabnya masih sengit diperdebatkan.

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Antara

Jumat, 08 Juli 2011

Anak Kami Di Diagnosa PDD-NOS

Awalnya sempet shock mendengar anak kami didiagnosa oleh ahli autis sebagai PDD-NOS, PDD-NOS atau Passive Development Disorder - Non Specific adalah tanda - tanda kecenderungan anak berpotensi untuk mengidap autisme.

Tapi memang semua harus dijalani, begini ceritanya : Anak kami yang terkena gejala ini adalah anak laki - laki kami yang saat ini berumur 2 tahun. Saat ia dalam kandungan ibunya sedang bekerja ditempat yang sangat berpotensi untuk mendapatkan cemaran logam berat.

Awal mula kekhawatiran kami adalah, anak ini kurang bisa bersosialisasi dan hanya mengeluarkan kata - kata yang tidak jelas dan kurang bisa kontak mata yang lama sehingga membuat kami khawatir, ditambah pula informasi dari tetangga yang mengatakan bahwa anaknya mengalami gejala yang sama dan tetangga tersebut menganjurkan untuk memeriksakan anak Menginjak usia 2 tahun, ibunya membawanya ke dokter khusus ahli autisme.


Kamis, 07 Juli 2011

Cara menyiapkan susu formula yang benar

Pada awal kami memiliki anak pertama, dengan pengetahuan seadanya kami berusaha memberikan yang terbaik untuk anak kami, termasuk dalam cara penyiapan susu formula. Ini memang terlihat sepele, tapi sangat penting untuk kesehatan anak.

Apabila salah takar maka besar kemungkinan pup anak akan keras, inilah yang terjadi kepada anak kami. Langkah - langkah yang kami lakukan dalam menyiapkan susu formula adalah :

Misal kami ingin membuat 30cc susu formula
1. masukan 1 sendok susu
2. Masukan air panas secukupnya. lalu kocok
3. Setelah susu larut, masukan air biasa (tidak dingin/tidak panas) sampai indikator botol menunjukan 30cc.

Ini adalah cara yang salah, ya! salah!. Inilah yang menyebabkan anak kami cukup sering mengalami susah buang air besar.

Ini cara yang benar :
1. masukan air 30cc. ( kami menggunakan air biasa , yaitu tidak hangat dan tidak dingin)
2. masukan susu 1 sendok
3. kocok sampai susu tercampur sempurna.


Selasa, 05 Juli 2011

Nasi Tim Cincang

Untuk bayi mulai usia 9 - 12 Bulan
Untuk 1 porsi (1 porsi : 226 kalori).

Bahan:
• 500 - 750 ml Air.
• 2 sendok makan Beras.
• 50 gram Tahu, cincang.
• 25 gram Daging giling.
• 50 gram Wortel parut.
• 25 gram Tomat cincang.
• 2 sendok makan Santan kental.
• 1/2 sendok teh Garam halus.

Cara membuat:
  1. Rebus Air bersama Beras, Tahu dan Daging giling. Aduk-aduk dan masukkan
  2. Wortel serta Tomat. Aduk dan masak hingga sayuran matang. Angkat dari api.
  3. Tuangi Santan dan tambahkan Garam. Aduk hingga tercampur rata. Angkat dari atas api. Tuangkan ke dalam mangkuk tahan panas.
  4. Panaskan dandang dan kukus Nasi Tim sampai Air habis.
  5. Angkat dan sajikan segera dalam keadaan hangat.

Keterangan:
• Pilihlah tahu yang masih segar, warna dan baunya belum berubah.
Sumber: milis Dapur Bunda

Bubur Maizena dengan Pepaya

Untuk bayi setelah usia 4 bulan
Untuk 1 porsi

Bahan:
• 20 gr tepung maizena
• 250 Cc susu
• 10 gr gula pasir
• 50 gr pepaya yang manis dan matang, potong dadu kecil

Cara membuat:
Cairkan tepung maizena dengan 50 cc susu, aduk rata.
Rebus sisa susu dengan gula pasir. Setelah mendidih, masukan cairan tepung
maizena sambil terus diaduk dengan sendok kayu hingga mengental, angkat.
3. Tuang dalam mangkuk. Biarkan hingga dingin, taburi atasnya dengan potongan
pepaya. Siap diberikan pada bayi.
Sumber: milis Balita-Anda dari “Makanan Untuk Tumbuh Kembang Bayi” karangan Tuti
Soenardi, Ahli Gizi.

Bubur Maizena dengan Pisang

Untuk bayi setelah usia 4 bulan
Untuk 1 porsi

Bahan:
• 15 gr tepung maizena
• 50 gr pisang raja yang matang, kukus, haluskan.
• 250 Cc susu
• 1 sdt gula pasir

Cara membuat:
  1. Cairkan tepung maizena dengan 50 cc susu, aduk rata.
  2. Rebus sisa susu dan gula hingga mendidih, masukan cairan tepung maizena, aduk hingga mengental.
  3. Masukan pisang raja kukus yang telah dihaluskan. Aduk rata, angkat.
  4. Haluskan dengan blender atau saringan kawat. Tunggu hingga dingin, siap diberikan pada bayi.
Sumber: milis Balita-

Variasi Bubur Susu - Bubur Hunkue Siram Tomat

Untuk bayi setelah usia 4 bulan
Untuk 1 porsi

Bahan:
• 1 buah tomat yang matang
• 20 gr tepung hunkue.
• 250 Cc susu
• 10 gr gula pasir

Cara membuat:
  1. Rendam tomat dalam air mendidih, kupas kulitnya, potong-potong dagingnya, haluskan dengan Blender atau saringan kawat untuk mendapatkan 50 cc air tomat.
  2. Cairkan tepung hunkue dengan 50 cc susu, aduk rata.
  3. Rebus sisa susu dengan gula. Setelah mendidih, masukan cairan tepung hunkue, aduk dengan sendok kayu hingga mengental, tuang dalam wadah.
  4. Tunggu hingga bubur menjadi dingin, siram dengan air tomat. Siap berikan pada bayi
Sumber: milis Balita-Anda dari “Makanan Untuk Tumbuh Kembang Bayi” karangan Tuti
Soenardi, Ahli Gizi.

Variasi Bubur Susu - Bubur Tepung Kacang Hijau

Untuk bayi mulai usia 4 bulan
Untuk 1 porsi

Bahan:
• 20 gr tepung kacang hijau sangrai
• 200 Cc susu
• 10 gr gula pasir

Cara membuat:
  1. Cairkan tepung kacang hijau sangrai dengan 50 cc susu.
  2. Rebus sisa susu dengan gula hingga mendidih, masukan cairan tepung kacang hijau, aduk dengan sendok kayu hingga mengental, angkat.
  3. Tuang dalam wadah.
  4. Berikan pada bayi detelah bubur dingin.
Catatan:
Cara membuat tepung kacang hijau:
cuci bersih kacang hijau dalam jumlah sekehendak,
tiriskan lalu sangrai sampai kering. Angkat. Tumbuk perlahan agar kulitnya mengelupas.
Buang kulitnya, lanjutkan menumbuk hingga halus, ayak.
Sumber: milis Balita-Anda dari “Makanan Untuk Tumbuh Kembang Bayi” karangan Tuti
Soenardi, Ahli Gizi.

Pisang dengan jeruk Untuk bayi mulai usia 4 bulan

Pisang dengan jeruk
Untuk bayi mulai usia 4 bulan

Untuk 1 porsi
Bahan:
• 1 buah (100 gr) pisang ambon
• 50 cc air jeruk yang manis (jeruk baby/pontianak/medan)
Cara membuat:
1. Keruk pisang dengan sendok kecil untuk menjadi 50 gr (5 sdm). Tempatkan dalam
wadah.
2. Campur pisang yang sudah dikeruk dengan air jeruk, aduk rata. Segera berikan
pada bayi.
Sumber: milis Balita-

Rabu, 15 Juni 2011

Mengenal PDD NOS

PDD NOS adalah tanda bahwa kemungkinan perkembangan bayi mengarah ke autis.

Kamis, 28 Januari 2010

Tabel Berat dan Tinggi terhadap Umur anak Indonesia

TABEL BERAT DAN TINGGI TERHADAP UMUR
ANAK INDONESIA
(0-5 Tahun, Laki-laki dan Perempuan)*

TAHUN

BULAN

PERSENTASI

100%

90%

80%

70%

Kg

Cm

Kg

Cm

Kg

Cm

Kg

Cm

0

0
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

3.4
4.3
5.0
5.7
6.3
6.9
7.4
8.0
8.4
8.9
9.3
9.6

50.5
55.0
58.0
60.0
62.5
64.5
66.0
67.5
69.0
70.5
72.0
73.5

3.0
3.7
4.4
5.1
5.7
6.2
6.7
7.1
7.6
8.0
8.4
8.7

45.5
48.5
51.5
54.0
56.5
58.0
59.0
60.5
62.0
63.5
65.0
66.0

2.7
3.4
4.0
4.5
5.0
5.5
5.9
6.3
6.7
7.1
7.4
7.7

40.5
43.5
46.0
48.0
49.5
51.0
52.5
54.0
55.5
56.5
57.5
58.5

2.4
2.9
3.4
4.0
4.5
4.9
5.2
5.5
5.9
6.2
6.5
6.7

35.5
38.5
40.5
42.0
43.5
45.0
46.0
47.0
48.5
49.5
50.5
51.5

1

0
3
6
9

9.9
10.6
11.3
11.9

74.5
78.0
81.5
84.5

8.9
9.5
10.1
10.7

67.0
70.5
73.0
76.0

7.9
8.5
9.0
9.6

60.0
62.5
65.0
67.5

6.9
7.4
7.9
8.3

52.5
54.5
57.0
59.0

2

0
3
6
9

12.4
12.9
13.5
14.0

87.0
89.5
92.0
94.0

11.2
11.8
12.2
12.6

78.5
80.5
82.5
84.5

9.9
10.5
10.8
11.2

69.5
71.5
73.5
75.0

8.7
9.2
9.5
9.9

61.0
62.5
64.0
65.5

3

0
3
6
9

14.5
15.0
15.5
16.0

96.0
98.0
99.5
101.5

13.1
13.5
13.9
14.4

86.5
88.0
89.5
91.5

11.6
12.0
12.4
12.9

77.0
78.5
79.5
81.5

10.2
10.5
10.8
11.2

67.0
68.5
70.0
71.0

4

0
3
6
9

16.5
17.0
17.4
17.9

103.5
105.0
107.0
108.0

14.8
15.3
15.7
16.1

93.0
94.5
96.0
97.0

13.2
13.6
14.0
14.4

82.5
84.0
85.5
86.5

11.5
11.9
12.2
12.6

72.0
73.5
74.5
78.5

5

0

18.4

109.0

16.5

98.0

14.7

51.0

12.9

79.0

* Sumber: Direktorat Gizi - Departemen Kesehatan RI.


Rabu, 07 Oktober 2009

Variasi Olahan Buah : Pepaya + Tomat

Untuk bayi setelah usia 4 bulan

Untuk 1 porsi
Bahan:
• 50 gr tomat yg matang
• 100 gr pepaya yang matang dan manis, potong-potong
Cara membuat:
1. Seduh tomat dengan air panas, lalu kupas kulitnya.
2. Belah tomat, lalu buang bijinya.potong-potong daging tomat.
3. Haluskan tomat dengan pepaya dengan blender atau saringan kawat,
tuang dalam wadah.
4. Jika ada rasa asam yang berasal dari tomat, beri 1 sdt gula pasir,
aduk rata. Segera berikan pada bayi.

Sumber: milis Balita-Anda dari "Makanan Untuk Tumbuh Kembang Bayi"
karangan Tuti
Soenardi, Ahli Gizi.



Variation of Processed Fruits: Papaya + Tomato
For babies after the age of 4 months
Serves 1
Material:
• 50 gr ripe tomatoes distinguished
• 100 grams of ripe and sweet papaya, cut into pieces
Method:
1. Tomato brewed with hot water, then peel skin.
2. Halve tomatoes, and discard bijinya.potong tomato flesh into pieces.
3. Puree tomatoes with papaya in a blender or wire strainer,
pour in a container.
4. If there is a sour taste that comes from tomatoes, berries 1 tsp sugar,
stir well. Immediately give the baby.

Source: Toddlers-mailing you from the "Food For Baby Growth"
Tuti essay
Soenardi, Nutritionist.













Variasi Olahan Buah : Pepaya + Pisang

Untuk bayi setelah usia 4 bulan

Untuk 1 porsi

Bahan:
• 50 gr pepaya yg matang dan manis, potong-potong
• 51 gr pisang raja yang tua dan manis, potong-potong

Cara membuat:

1. Haluskan pepaya dan pisang dengan blender atau saringan kawat,
angkat, tuang
dalam wadah. Segera berikan pada bayi..
Sumber: milis Balita-Anda dari "Makanan Untuk Tumbuh Kembang Bayi"
karangan Tuti
Soenardi, Ahli Gizi.

Jumat, 02 Oktober 2009

Ibu Hamil Puasa...??

Puasa tak mempengaruhi kondisi janin yang dikandung.


Puasa tidak berpengaruh terhadap kesehatan. Bahkan perempuan yang sedang hamil
sekalipun tetap diperbolehkan menjalankan ibadah puasa. ''Puasa tidak mempengaruhi
kondisi janin yang berada di dalam kandungan,'' jelas dokter ahli kandungan dan
kebidanan, dr Maman Hilman SPOG. ''Justru yang terpengaruh adalah kondisi sang ibunya
sendiri, apakah dia sehat dalam menjalankan ibadah puasa atau tidak,'' ujarnya pada
Republika, Kamis (13/10). 

Pada usia kehamilan dengan kisaran antara empat sampai tujuh bulan, menurut dokter
Maman, puasa tidak akan berpengaruh apa-apa. Sebab pada masa itu biasanya kondisi
kesehatan sang ibu sudah dalam taraf penyesuaian. Masalahnya akan lain bila masa
kehamilannya masih muda. Pada masa ini biasanya si ibu hamil sering merasa mual-mual dan
terkadang berlanjut dengan muntah. Lantaran kondisi kesehatannya tak memungkinkan, maka
ibu hamil terpaksa tidak berpuasa.

''Sebetulnya kalau daya tahan sang ibu kuat, ya tidak ada masalah. Dan, ini tetap saja
tidak mempengaruhi janin,'' ungkap Maman.

''Tapi, janganlah memaksakan diri untuk berpuasa,'' anjur dokter RS Hermina Depok
itu.Dia kembali menegaskan bahwa pengaruhnya memang tidak terjadi langsung pada
janin. Akan tetapi, tambah dokter Maman, pada si ibu hamil itu sendiri. Antara lain terjadi
kekurangan cairan di dalam tubuh karena sering keluar lewat muntah. ''Yang jelas lihat
dulu kondisi kesehatan. Hukum Islam pun menganjurkan bahwa jika dalam keadaan
sakit diperbolehkan tidak berpuasa. Tapi, akan lebih baik lagi jika ini dikonsultasikan
dengan dokter kandungan langganannya,'' lanjutnya.

Mantan dokter RS Pasar Rebo yang dikeluarkan karena menentang privatisasi ini
menambahkan, bayi yang ada dalam kandungan tidak terpengaruh secara langsung
berkaitan dengan kegiatan pola makan yang dilakukan sang ibu. Sebab, tutur dokter
Maman, bayi yang berada dalam kandungan mendapat asupan makanan dari plasenta
atau ari-ari lewat aliran darah dan langsung menyebar ke seluruh tubuh. Sebelumnya
dengan dipompa terlebih dahulu lewat jantung kemudian disalurkan.

Bagaimana pula dengan ibu yang hamil tua? Bolehkah berpuasa? Dokter Maman sekali
lagi berpulang pada kondisi kesehatan sang ibu. Bila kondisi fisiknya memungkinkan,
tak masalah sang ibu berpuasa. Yang patut diperhatikan adalah bahwa pada usia
kehamilan lebih dari tujuh bulan biasanya janin memerlukan asupan makanan lebih
banyak. Inilah yang menyebabkan si ibu terlihat sering lemas. 

''Cara mensiasatinya selain jangan dipaksakan apabila memang benar-benar tidak kuat,
juga harus minum sebanyak-banyaknya sewaktu sahur dan berbuka puasa untuk
menambah cairan dalam tubuh,'' lanjutnya. Menyangkut konsumsi cairan selama puasa
itu, Dr Piprim B Yanuarso menyebutkan bahwa pada dasarnya puasa bagi ibu hamil
sama dengan ibu menyusui. ''Sang ibu harus pandai-pandai memperbanyak cairan
dalam tubuh ketika berbuka puasa atau sahur. Sebab pada dasarnya hanya memindah
kegiatan jam makan saja,'' kata Piprim, secara terpisah. ''Sama saja dengan ibu
menyusui yang bisa terus berpuasa apabila sang bayi tidak rewel. Begitu juga bagi ibu
yang hamil tua, jangan dipaksakan apabila gerak bayi tidak seperti biasanya,'' tambah
Direktur Layanan Kesehatan Cuma-cuma (LKC) itu.


Ia mengatakan pada usia kehamilan delapan bulan biasanya ibu sudah bisa merasakan
gerakan janin dalam kandungnya. Apabila janin ada perubahan dari biasanya, misalnya
geraknya menjadi sedikit atau bahkan tidak bergerak sama sekali, janganlah dipaksakan
berpuasa. ''Pengaruhnya juga untuk sang ibu, kalau tidak kuat bisa hipogrikemi atau
kadar gula menurun. Yang ini tentu saja kurang bagus untuk anak,'' tambahnya.
Prinsipnya, kalori tidak boleh berkurang. Perlu makanan yang nilai kalorinya lebih tinggi
dari biasanya. Makanan itu bisa didapat dengan selain makan sehat diselingi makan
buah-buahan. Dan untuk menambahnya bisa dengan minum es krim susu.
(n lhk )

Republika Online - Senin, 17 Oktober 2005


Buah yang cocok untuk Usia Bayi

BUAH UNTUK SI 4 BULAN
Buah yang Disarankan:
  • Air jeruk sangat baik diberikan karena banyak mengandung vitamin C yang berfungsi memperbaiki lapisan-lapisan dalam pembuluh darah, termasuk lapisan mulut. Juga untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan tubuh, penyembuhan luka, pertumbuhan tulang dan gigi bayi.
  • Pisang, sangat baik karena banyak mengandung kalori untuk pertumbuhan, vitamin C, kalium, kalsium. Pisang memiliki kadar tepung tinggi, dibanding buah semangka yang lebih banyak air dibanding tepungnya. Pisang juga mengandung mineral yang tinggi.
  • Sari buah tomat dan pepaya. Saat memberikan sari buah tomat pada bayi, kulit ari dan biji tomat harus dipisahkan terlebih dahulu karena keduanya tidak dapat dicerna oleh pencernaan bayi. Tomat dan pepaya sangat baik untuk bayi karena mengandung banyak vitamin A. Vitamin ini berfungsi meningkatkan daya tahan tubuh, juga untuk kesehatan matanya.
Buah yang Harus Dihindari :

  • Yang banyak mengandung serat, seperti sirsak. Sirsak dan buah lain yang seratnya panjang-panjang susah dicerna oleh bayi.
  • Buah yang rasanya terlalu asam, karena dapat menyebabkan bayi sakit perut
  • Buah-buahan yang mengandung alkohol, seperti durian dan nangka cempedak.
BUAH UNTUK SI 6-7 BULAN
Umumnya bayi telah mulai tumbuh gigi, jadi ia sudah bisa diberi buah yang banyak mengandung serat, seperti mangga atau semangka.

Penyajian buah untuk usia ini pun dapat lebih kental dari sebelumnya, dengan cara dijus, dikerok, atau dilumatkan

Bayi juga sudah boleh diberi buah yang dipotong kecil-kecil untuk melatih gigi-giginya.
Karena umumnya di usia ini bayi mulai belajar mengunyah.

NOTE : Buah yang sebaiknya dihindari di usia 6-7 bulan, sama dengan untuk byi umur 4 bulan.

BUAH UNTUK SI 8-12 BULAN
  • Menginjak usia 8 bulan, biasanya gigi-gigiya sudah semakin kuat, sehingga sudahmemungkinkan untuk diberikan buah yang dipotong-potong, seperti semangka, mangga,pisang, pepaya yang dipotong kecil-kecil
  • Pada usia 11-12 bulan, karena biasanya gigi-giginya sudah kuat dan lengkap, dianjurkanmemberi buah yang dapat dimakan utuh, seperti pisang.
FREKUENSI PEMBERIAN BUAH
  • Frekuensi pemberian buah sebaiknya disesuaikan dengan pemberian ASI dan makanannya.
  • Mula-mula diberikan sekali dalam sehari terlebih dahulu. Misalnya, ibu ingin menggantikan waktu pemberian ASI yang biasanya diberikan pada jam 10 pagi dengan buah. Nah, buatkan jus pepaya atau perasan air jeruk.
  • Setelah itu, lihat reaksinya. Kalau anak masih lapar, boleh saja ditambahkan ASI.
TAK DISARANKAN BUAH KALENGAN
Buah dalam kaleng, tak dianjurkan. Sedapat mungkin beri makanan/buah yang segar dan
alami. Buah-buahan dalam kaleng biasanya telah diawetkan dan umumnya ditambahi beberapa zat tertentu. Walaupun disebutkan zat itu memenuhi persyaratan, tetapi kalau bisa mendapatkan makanan yang segar, lebih baik kita berikan buah segar. Harganya pun lebih murah dibanding buah kaleng.

@Sumber: tabloid Nakita

Standar cara memberikan makanan tambahan sesuai umur bayi

Standar umur bayi Cara memberikan makanan Cara makan bayi Makanan yang bisa diterima bayi Bumbu jumlah waktu makan dan Tingkat kelembutan.

Masa Awal 5-7 bulan Leher tegak, bisa berguling. Tempelkan sendok di bibir bawahnya. Ketuk-ketuk pelan bibirnya dengan sendok sebagai tanda. Tunggu bayi menghirup sendiri makanan dari sendok. Dengan lidahnya ia mendorong makanan cair ke kerongkongan, lalu ditelan ‘glek’.

Bubur halus, sayur, ikan putih, dan tahu yang lumat dan tidak terlalu kental.
Mulai telur dari kuningnya saja 1 sendok. Jangan berikan daging. Tidak boleh memakai bumbu atau garam. 1 kali, jika sudah terbiasa 2 kali. Halus sekali. Dimulai dari seperti sup kental, menjadi seperti kelembutan yoghurt. Masa

Pertengahan 7-9 bulan Duduk.
Tempelkan sendok di bibir bawahnya. dan tunggu bayi menghirup makanan dari sendok. Butiran makanan lembut ditekannya ke geraham atas dengan lidah, lalu dimakan setelah lumat. Pada paruh akhir masa ini, bayi sudah bisa makan 1/2 butir telur, juga dada ayam dan hati. Sedikit saja gula garam. 2 kali. Selembut tahu. Dengan mudah hancur ketika dijumput jari. Masa Akhir 9-11 bulan Merangkak, berdiri dengan pegangan. Bayi sudah bisa menggigit dengan gigi depannya. Bisa makan dengan tangannya. Makanan yang tidak hancur dengan lidah, dibawa ke gusi kiri kanan kemudian dikunyah. Boleh memberikan daging sapi. Sedikit saja gula garam. 3 kali. Selembut pisang. Hancur dengan sedikit ditekan ketika dijumput.

Tujuan memberikan makanan tambahan:
  1. Melatih bayi agar ia bisa menerima makanan lain selain susu
  2. Buatlah jam makan menjadi ritual yang menyenangkan bagi bayi dan ibu
  3. Hindarkan menjejal-jejalkan makanan ke mulut bayi, memarahinya, dan hindari waktu-waktu ia sedang rewel.
Peraturan dalam memberi makanan tambahan bayi adalah:
  1. Ibu menentukan waktu makan dan jenis makanan apa saja yang akan dimakan bayi.
  2. Bayi menentukan sendiri jumlah atau banyaknya makanan yang dimakannya. Bayi secara alami memiliki kemampuan menentukan jumlah kalori yang dibutuhkannya. Jika kalori yang didapatkannya sudah cukup, tentu saja ia akan berhenti makan.Selama bayi tampak sehat dan berat badannya bertambah, tidak perlu terlalu khawatir.

Sumber: Milis WRM dari Akachan no Kamu Chikara o Sodateru “Hajimete
no Rinyuushoku”(2004), Hatsue Kato, Penerbit Shogakkan

Jadwal Makan bayi Umur 12 Bulan Keatas

> 12 bulan
Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi) Makanan Keluarga
Pkl. 10.00 Snack
Pkl. 12.00 (makan siang) Makanan Keluarga
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang) -
Pkl. 16.00 Snack
Pkl. 18.00 (makan malam) Makanan Keluarga
Pkl. 21.00 ASI/PASI

Jadwal Makan bayi Umur 9 - 12 Bulan

* 9-12 Bulan (Bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi) Nasi Tim→ makanan keluarga
Pkl. 10.00 Buah segar/biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang) Nasi tim→ makanan keluarga
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang) ASI/PASI
Pkl. 16.00 Buah segar/Biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam) Nasi tim→ makanan keluarga
Pkl. 21.00 ASI/PASI

Jadwal Makan bayi Umur 6 - 9 Bulan

* 6-9 Bulan (Bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI/PASI
Pukul 08.00 (makan pagi) Bubur→ nasi tim
Pkl. 10.00 Buah segar/Biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang) Bubur→ nasi tim
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang) ASI/PASI
Pkl. 16.00 Buah segar/biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam) Bubur→ nasi tim
Pkl. 21.00 ASI/PASI

Jadwal Makan bayi Umur 4 - 6 Bulan

* 4-6 bulan (bertahap)
Pukul 06.00 (bangun tidur) ASI
Pukul 08.00 (makan pagi) Bubur Susu
Pkl. 10.00 Buah segar/biskuit
Pkl. 12.00 (makan siang) ASI
Pkl. 14.00 (sebelum tidur siang) ASI
Pkl. 16.00 Buah segar/biskuit
Pkl. 18.00 (makan malam) Bubur susu
Pkl. 21.00 ASI